Pendidikan yang Mendukung Kepemimpinan di Era Posttruth

Judul Buku      : Jalan Baru Kepemimpinan dan Pendidikan

(Jawaban atas Tantangan Disrupsi-Inovatif)

Penulis             : Haryatmoko

Cetakan           : November 2020

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal               : xvi + 213 Halaman

ISBN               : 978-602-06-4739-5

Buku ini membahas kepemimpinan era digital dan pendidikan 4.0. Semua orang telah memahami bahwa kehidupan manusia mengalami digitalisasi. Internet mengakselerasi digitalisasi. Gadget yang berbasis android dan apple memperkuat digitalisasi. Internet juga melahirkan internet of thing, blockchain dan big data. Semua hal itu membentuk sebuah ekosistem digital. Dunia tidak lagi sama setelah kemunculan era digital.

Digitalisasi menyebabkan disrupsi dan inovasi. Hard skills dan Soft skills yang harus dikuasai manusia itu berbeda sekali dengan era analog. Buku ini memaparkan hal tersebut dengan contoh kasus yaitu model bisnis platform. Model ini mendisrupsi model bisnis lama sehingga pusat bisnis/perbelanjaan menjadi sepi. Bisnis platform membutuhkan SDM dengan hard skills dan soft skills seperti digital analyst (hard skills) dan kolaborasi (soft skills).

Model kepemimpinan juga ikut berubah. Pemimpin otoriter menjadi using karena dibutuhkan pemimpin transformatif-inovatif. Organisasi membutuhkan pemimpin yang kolaboratif. Dunia mengalami perubahan radikal. Kepemimpinan jejaring-simpul-jala dibutuhkan bagi organisasi/perusahaan di era digital. Dunia yang semakin dinamis membutuhkan pemimpin yang energi tinggi, resiliensi yang tangguh dan inovatif. Buku memaparkan kepimpinan jejaring-simpul-jala secara komprehensif. Digitalisasi melahirkan posttruth era karena informasi yang berkembang dengan cepat. Semakin cepat persebaran informasi maka fakta menjadi kabur. Masyarakat mempercayai persepsi daripada fakta. Posttruth era berdampak populisme agama yang bermuara pada radikalisme.

Buku ini menawarkan pendidikan sebagai solusi di era digital. Pendidikan menjadi solusi atas posttruth era terutama etika komunikasi. Pendidikan harus mengajarkan berpikir analitis, berpikir kritis dan liberal.  Pendidikan harus dijalankan oleh guru yang adaptif. Metode pembelajaran yang komprehensif juga dikembangkan. Buku ini tidak bersifat praktis namun inspiratif menghadapi era digital.

Dr. Johanes Haryatmoko (Haryatmoko) telah menulis buku ini. Penulis menjadi tokoh agama dan dosen. Beliau mempunyai kepakaran di bidang filsafat, sosial politik, etika dan komunikasi. Penulis seringkali membahas filsafat, etika dan humanism. Buku ini berbeda karena membahas kepemimpinan dan pendidikan. Berdasarkan kepakaran maka buku mengarah ke filosofis daripada praktis. Buku ditulis secara lugas dan kosakata yang cermat. Buku ini menjadi saripati dari diskusi-diskusi yang diikutinya. Maka, Buku ini melahirkan pemikiran organik dan kritis. Nuansa falsafi sangat terasa  di buku ini. Gaya Bahasa mengajak pembaca untuk merenungkan atas masa depan.

Buku ini memang futuristik. Penulis memformulasikan model kepemimpinan dan pendidikan di era digital tanpa meninggalkan  posttruth era. Pembahasan cukup detail dan adaptif beserta contoh nyata. Namun, Pembahasan masih melompat-lompat karena cakupan yang luas. Pembahasan bersifat filosofis bukan praktis sehingga lebih sulit dipahami. Buku ini belum memberi solusi  yang konklusif dan kurang “membumi”. Buku ini layak dibaca. Pembaca akan terbuka wawasan dan berpikir mengenai masa depan era digital. Buku ini sesuai untuk pejabat pemerintah, teknorat, pendidik dan pelaku usaha.

 

Oleh : Bapak Zaki Setiawan, S.T.