Pembelajaran di dalam kelas kini tidak lagi sekadar mendengarkan penjelasan guru dan menghafal teori. Tuntutan untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berkesan, dan mengilhami siswa berhasil dijawab dengan aksi nyata oleh SMK Al-Islam. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, suasana sekolah mendadak berubah menjadi gedung pernikahan yang penuh riuh dan antusias. Dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada materi Fiqih Pernikahan, para siswa ditantang untuk mengemas pembelajaran secara real layaknya kehidupan sehari-hari di masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, persiapan matang sudah dicurahkan para siswa sejak Selasa sore di bawah bimbingan langsung para guru kelompok mapel agama, yaitu Ibu Uswatun Hasanah, S.Pd., Bapak Achsany Taqwym, M.Pd., dan Ustadz Azzam, Lc. Ruang Aula di Lantai 3 sekolah pun disulap menjadi tempat acara lengkap dengan dekorasi pelaminan yang cukup wah.
Totalitas Berbagi Peran dalam Prosesi Sakral
Pagi itu, atmosfer Aula Lantai 3 dipenuhi semangat luar biasa. Pembelajaran di kelas biasa digantikan dengan simulasi, di mana setiap siswa mendapatkan tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk menyukseskan acara. Dimulai dari sekitar jam 09.00, praktek riil itu berlangsung cukup rapi dan berhasil.
- Ervan dan Aiza (Mempelai Pengantin): Tampil memukau dengan pakaian serasi, meski dengan setelan jaz dan make up yang sederhana Ervan dan Aiza sukses menjadi pusat perhatian. Keduanya berhasil menghayati peran dengan penuh khidmat, meski tampil sedikit malu di awal.
- Rizqy Sungkar (Penghulu): Dengan membawa teks khotbah nikah dan buku registrasi simulasi, Rizqy Sungkar tampil berwibawa. Ia sukses memimpin jalannya ijab kabul dengan tegas dan lancar, membuat suasana ruang praktik menjadi begitu sakral.
- Fawwaz (Orang Tua/Wali Nikah): Akting yang kuat ditunjukkan oleh Fawwaz yang berperan sebagai orang tua yang menikahkan. Ia bertugas memberikan restu, menyerahkan mempelai wanita, dan memastikan prosesi inti berjalan tanpa kendala.
- Sabil, Zahra, dan Teman-teman (Wedding Planner): Di balik layar kesuksesan acara, Sabil, Zahra, bersama timnya sibuk memastikan segala detail teknis berjalan lancar. Mulai dari mengatur jalannya acara (rundown), menata keindahan Aula Lantai 3, hingga menyambut para “tamu undangan” yang hadir dengan suguhan makanan yang standar acara nikah sesungguhnya. Cukup Istimewa untuk sebuah praktek nikah di sekolah.
Melahirkan Solusi dan Ide Brilian dari Siswa
Praktik nikah ini bukan sekadar ajang seru-seruan. Melalui metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) ini, para siswa dituntut untuk melahirkan ide-ide brilian dan solusi secara mandiri terkait penerapan Fiqih di dunia nyata. Mereka belajar manajemen waktu, komunikasi publik, kerja sama tim, hingga memahami sakralnya hukum pernikahan dalam Islam yang tidak mereka dapatkan Kesan dan makna pembelajaran kalau hanya diadakan layaknya pembelajan biasa.
Praktik unik di Aula Lantai 3 ini membuktikan bahwa SMK Al-Islam terus berkomitmen menciptakan ruang belajar yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran yang bermakna hari ini diharapkan mampu menjadi bekal berharga yang mengilhami para siswa dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Sukses untuk praktek praktek pembelajaran brillian yang lainnya..
Sc : Kun Arifudin, S.T.
Users Today : 3
Total Users : 13125
Views Today : 26
Total views : 33535
Who's Online : 0